Standar ini memberikan panduan tentang manajemen mutu dalam proyek. Standar ini memberikan garis besar prinsip, praktik, dan penerapan manajemen mutu yang memiliki pengaruh penting pada pencapaian sasaran mutu dalam proyek. Standar ini melengkapi panduan yang diberikan dalam SNI ISO 9004. Panduan ini dimaksudkan untuk penggunaan secara luas. Panduan ini dapat digunakan untuk proyek dalam ber…
Standar ini dapat digunakan oleh pihak internal dan eksternal. Hal ini tidak dimaksudkan oleh Standar ini untuk: - struktur menyeragamkan manajemen mutu yang berbeda; - sistem menyelaraskan dokumentasi terhadap struktur klausal dari Standar ini; - menggunakan terminologi yang spesifik dari Standar ini pada organisasi. - Persyaratan sistem manajemen mutu yang ditentukan dalam Stan…
Standar ini menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen mutu di mana organisasi perlu menunjukkan kemampuannya untuk menyediakan peralatan kesehatan dan layanan terkait yang secara konsisten memenuhi persyaratan pelanggan dan regulasi yang berlaku. Organisasi tersebut dapat terlibat dalam satu atau lebih tahapan siklus hidup, termasuk desain dan pengembangan, produksi, penyimpanan dan distrib…
Standar ini memberikan panduan untuk merencanakan, mendesain, mengembangkan, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan sistem transaksi perdagangan elektronik antara bisnis ke konsumen (B2C ECT) yang efektif dan efisien dalam organisasi. Standar ini berlaku untuk organisasi apapun yang terlibat dalam, atau merencanakan untuk terlibat dalam, transaksi perdagangan elektronik antara bisnis ke ko…
Mengembangkan Budaya Mutu: sebuah keniscayaan, pengembangan budaya mutu di perguruan tinggi (PT), tentu saja termasuk perguruan tinggi muhammadiyah dan aisyiyah (PTMA), kini menjadi keniscayaan. Jikalau hendak menghasilkan produk lulusan yang berkualitas dan tak ingin ditinggalkan masyarakat, PT mau tidak mau harus membangun dan mengembangkan budaya mutu.
Buku ini berisikan hal yang berkaitan dengan bagaimana suatu barang atau jasa yang dihasilkan menjadi suatu produk yang bermutu dengan mengembangkan konsep pengendalian terhadap suatu proses hingga menjadi bagian barang atau jasa yang layak digunakan.
Sebelum perang, barang-barang buatan jepang "terkenal" sebagai barang tiruan murahan yang bermutu rendah.