Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa ini.
Sejak 1998, bangsa indonesia memasuki proses 'belajar' demokrasi atau demokratisasi dengan plus-minusnya.
Mengapa pers-pers gosip tak henti memburu fantasi liar perselingkuhan, menggelar konsultasi seks vulgar, mempertontonkan 'terorisme seksis' dan 'keangkuhan maskulin',
Mengapa wiranto tidak berusaha mengambil alih kekuasaan ketika beberapa kali peluang emas telah di pelupuk mata?