Text
Ilmuan-ilmuan muslim
ISLAM adalah agama yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Bukti bahwa Islam adalah agama ilmu pengetahuan terlihat pada wahyu pertama yang Allah SWT turunkan kepada nabi Muhammad SAW, yaitu surat al-Alaq ayat 1-5. Ayat pertama dari surat al-Alaq tersebut berbunyi "Iqra" yang berarti "Bacalah”. Keterangan tafsir seringkali ditekankan sehubungan dengan kelima ayat al-Quran tersebut, antara lain bahwa ajaran Islam sejak awal meletakkan semangat keilmuan pada posisi yang amat penting. Banyaknya ayat al-Quran dan hadits Nabi Muhammad SAW tentang ilmu antara lain memberi kesan bahwa tujuan utama hidup ini ialah memperoleh ilmu tersebut..
Beberapa disiplin ilmu yang sudah berkembang pada masa klasik Islam adalah: ilmu fikih, ilmu kalam, ilmu hadits, ilmu tafsir, ilmu usul fikih, yang biasa disebut sebagai bidang ilmu naqli, ilmu-ilmu yang bertolak dari nash-nash al-Quran dan hadits. Sedangkan dalam bidang ilmu 'aqli, ilmu rasional, yang berkembang antara lain filsafat, ilmu kedokteran, ilmu farmasi, ilmu sejarah, ilmu astronomi dan falak, ilmu hitung, dan lain-lain.
Berbagai bidang ilmu yang berkembang tersebut menghasilkan banyak sekali ilmuwan-ilmuwan yang sangat ahli dalam bidangnya. Ilmuwan-ilmuwan tersebut disebut sebagai ilmuwan muslim. Ilmuwan muslim adalah seseorang yang beragama Islam yang ahli dan banyak pengetahuannya dalam suatu bidang ilmu. Dalam bahasa Arab, untuk sebutan ilmuwan biasa dipakai istilah 'alim, jamaknya adalah 'ulama.
Buku ini akan mencoba menguraikan beberapa bidang ilmu yang dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim, terutama pada zaman keemasan Islam seperti; ilmu fikih, ilmu hadits, filsafat, kimia dan farmakologi, fisika, matematika, kedokteran, ilmu-ilmu sosial, serta biografi singkat mengenai ilmuwan-ilmuwan di masing-masing bidang keilmuan tersebut.
Tidak tersedia versi lain