Text
Ayam jangan mati di lumbung padi": sebuah refleksi kepustakawanan lasa
“Ayam Jangan Mati di Lumbung Padi.”. Buku biografi tokoh kepustakawanan ini diangkat dari hasil penelitian Aha yang berjudul: “Pustakawan Bukan Jalan Hidup tapi Menghidupi: Sebuah refleksi Kepustakawanan Lasa Hs.”
Buku ini dihadirkan di ruang baca Anda untuk mencoba mengangkat kisah Lasa dalam perjalanan hidupnya sebagai pustakawan senior di Jogja dan telah purna tugas mengabdi sebagai ASN dan pangkat terakkhir adalah pustakawan utama golongan IVe di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sebagai buku yang mengangkat isu kepustakawanan, biografi tokoh ini relatif jarang ditulis dan tokoh yang ‘langka’ seperti ini menarik sebagai role model bagi siapa pun yang menaruh kepedulian pada isu-isu kepustakawanan.
Tak ubahnya sebuah anomali, di perpustakaan yang diam dan sepi, sejatinya terjadi keriuhan dalam pikiran, ide dan gagasan untuk sebuah kemajuan. Konsep perpustakaan yang hidup seperti ini bukan hanya dipahami oleh seorang Lasa Hs, namun telah diresapi dan diejawantahkan olehnya melalui denyut-denyut kehidupannya dalam keseharian. Lasa Hs adalah satu dari sedikit orang yang memaknai perpustakaan bukan sebagai museum, namun sebagai lumbung kehidupan. Karena itulah, orang yang masuk dalam perpustakaan, ibarat masuk dalam lumbung kehidupan itu sendiri. Sehingga ketika seorang masuk di dalamnya, dia akan mendapatkan energi untuk bekembang menjadi manusia seutuhnya. (Hamdani MW).
Tidak tersedia versi lain