Ditulis pada 1926, Aksi Massa menjelaskan seperti apa rencana revolusi yang diinginkan Tan Malaka. Meninjau kondisi Indonesia di masa penjajahan serta belajar dari perjuangan negara-negara terjajah lainnya, Tan Malaka menyampaikan bahwa aksi massa yang rapi dan terencana adalah solusi yang tepat untuk memperoleh kemerdekaan, bukannya perebutan kekuasaan secara radikal.
Menuju Republik Indonesia (Naar de 'Republiek Indonesia') ditulis di Kanton, Cina, pada 1925, ketika Tan Malaka berusia 27 tahun. Melalui buku ini, Tan Malaka menekankan pentingnya persatuan seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan. Karena buku inilah Tan Malaka disebut sebagai 'Bapak Republik Indonesia', sebab dia adalah orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia.
Gerpolek (Gerilya-Politik-Ekonomi) ditulis Tan Malaka dalam penjara di Madiun. Dia ditahan karena menolak berunding dengan Belanda yang mau datang kembali untuk menjajah Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dengan membaca buku ini, kita akan mengerti bahwa Tan Malaka tidak hanya mendalami ilmu politik dan ekonomi, tetapi pemahamannya mengenai militer dan perang juga sangat …
Tan Malaka menulis Madilog (Materialisme-Dialektika-Logika) untuk mengupayakan pentingnya cara berpikir yang baik, bukan untuk membangun semangat ideologis. Meskipun ditulis sebelum Indonesia merdeka, buku ini tetap relevan dibaca pada zaman sekarang untuk mendidik kita berpikir kritis dan inovatif.
Bangsa Indonesia memandang bahwa apa yang terjadi di dunia ini dipengaruhi oleh kekuatan keramat di alam gaib. Cara pandang ini, disebut-sebut oleh Tan Malaka sebagai "logika mistika". Logika ini melumpuhkan karena ketimbang menangani sendiri permasalahan yang dihadapi, lebih baik mengharapkan kekuatan-kekuatan gaib itu sendiri. Karena itu, mereka (masyarakat Indonesia) mengadakan mantra, sesaj…
Buku ini memberikan infomasi mengenai penjelasan bangsa Indonesia dalam pandangan Tan Malaka. Dia melihat kemajuan umat manusia harus melalui tiga tahap: dari logika mustika, lewat filsafat ke ilmu pengetahuan, dan masing-masing penjelasan nasionalis.